Selasa, September 17
AI

Menjadi Seorang Data Scientist? Why Not?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Hello Millenials, perkembangan teknologi dan artificial intelligence memang akan mematikan banyak pekerjaan namun juga memunculkan peluang – peluang kerja yang lain. Banyak hal bisa digali dan bisa dijadikan tujuan karir. Memasuki revolusi industri 4.0. Dunia usaha juga membuka diri terhadap inovasi baru digital. Pemanfaatan internet sebagai alat sekaligus pasar maka bidang – bidang pekerjaan berbasis komputerisasi akan tumbuh subur. Data scientist merupakan salah satu profesi kerja yang menarik untuk digeluti.

Baca Artikel Terkait : Bagaimana Menciptakan Robot Yang Dapat Menjawab Soal Ujianmu

Ironisnya, kebutuhan perusahaan akan data scientist tak sejalan dengan ketersediaan tenaga dibidang ini. Para pemilik usaha bisa saja memiliki infrastruktur yang bagus dalam penyediaan data namun mereka juga harus menyediakan ahli dibidang itu untuk memaksimalkan apa yang mereka punya. Skill dan infrastruktur, tentu harus berjalan seimbang. Hasil yang ditemukan oleh seorang data scientist akan mempengaruhi keputusan bisnis, keahlian ini sangat diperlukan hampir semua industri maka seorang data scientist  yang terampil sangat berharga bagi perusahaaan. Kebutuhan meningkat tapi ketersediaan justru minus. So? Gak mau mencoba?

Well.. memang data scientist tidak sepopuler profesi web designer atau profesi – profesi lain dibidang IT. Selain itu, kurikulum pendidikan juga belum memadai hingga membuat profesi data scientist semakin tidak terlihat. Apalagi minat anak-anak muda sekarang masih merasa terlalu berat dengan teori statistik dan ilmu coding. Padahal ini peluang kerja yang sangat menjanjikan loh..

Data scientist adalah seseorang yang melakukan penyulingan data dengan mengekstrak serta menyaring hingga menemukan data yang akurat dan data tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya demi untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Penting untuk diingat bagi seorang data scientist, visualisasi, coding, statistik, bisnis dan memperhatikan aspek aspek legal/hukum dalam proses penggalian data.

Bernardus Ari Kuncoro salah seorang praktisi yang telah malang melintang sebagai data scientist memaparkan secara gamblang hal hal yang berhubungan dengan data scientist serta pengalamannya kepada techfor.id. Data scientist adalah pengolahan Big Data yang berupaya memberikan informasi yang bermakna dari sejumlah besar data komplek dengan menggunakan berbagai alat, algoritme, dan prinsip kerja mesin. Ini adalah dasar dari semua mega tren saat ini.

Bekerja sebagai data scientist sangat bagus di era sekarang, bahkan menurut Bernardus Ari Kuncoro, data scientist tidak akan susah mencari pekerjaan karena tawaran kerja datang dengan sendirinya. Dia justru sering menolak tawaran dengan alasan sedang meng-explore sesuatu yang lain. Tidak banyak yang bisa mengolah data dengan baik dan mengkomunikasikannya dengan bijak pula. Makanya, profesi ini cukup menjanjikan di masa depan.  

Menjadi seorang data scientist berarti belajar bagaimana memanfaatkan data untuk  kepentingan perusahaan, serta menerapkan konsep ilmu data yang berguna terhadap setiap aspek kehidupan sehari-hari. Termasuk bagaimana mengontrol keuangan pribadi, membaca tren, kebiasaan orang, gaya hidup yang pada akhirnya akan melahirkan keputusan kerja yang terarah. Data scientist dapat mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berbeda, mengatur informasi dan menerjemahkan hasil menjadi solusi.

Untuk menjadi seorang data scientist, kita tidak harus terpusat pada satu gelar akademik. Ilmu komputer, ilmu sosial, ilmu fisika, dan statistik bisa menjadi dasar. Bidang studi yang paling umum adalah matematika dan statistik, diikuti oleh ilmu komputer dan teknik. Kemampuan akademis tersebut akan memberi kita keterampilan yang kita butuhkan untuk memproses dan menganalisis big data. Pengetahuan yang diambil dari pengalaman juga bisa diandalkan untuk menjadi seorang data scientist yang mumpuni.

Who, where dan when, merupakan komponen utama untuk belajar menjadi data scientist. Data scientist harus bisa coding karena itu penting. Ilmu statistik yang digunakan juga bukan ilmu statistik murni namun applied statistik. Setidaknya begitu menurut Bernardus Ari Kuncoro. Menurut pengalamannya, untuk menjadi junior data scientist dalam tiga bulan kita bisa dengan kursus tapi untuk orang orang yang sambil kerja minimal punya waktu 10 jam dalam seminggu atau 2 jam sehari untuk belajar dan bisa mencapai kecakapan junior data scientist dalam kurun waktu 6 bulan.

Tahapannya dimulai dengan bergabung kedalam komunitas DSI (Data Science Indonesia) lalu mencoba membuat portofolio dengan mengikuti berbagai kompetisisi data atau dengan menulis di blog sendiri tentang hal hal yang berhubungan dengan data. Setelah kita bergabung dalam perusahaan, data scientist harus memiliki Bussiness Understanding. Yaitu memahami tujuan dari perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan sebagai acuan dalam mengolah data.

Hal yang tak kalah penting yang dibutuhkan seorang data scientist adalah kemampuan berkomunikasi dengan baik agar bisa menyampaikan data yang diperoleh dengan sistematis dan mudah dipahami karena setalah data ditemukan, kita juga dituntut untuk bisa menjelaskan data tersebut dengan singkat, padat, dan jelas. Komunikasi yang interaktif dalam perusahaan akan menciptakan hasil yang selaras. Begitupun, seorang data scientist dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan lugas. Apa gunanya kita memahami sesuatu tapi sulit menjelaskannya kepada orang lain. Bukankah itu penting? Sebagai contoh, misalnya ketika bos sebuah gerai waralaba meminta data – data konsumen yang menjadi pelanggan setianya. Seorang data scientist tidak perlu ragu untuk memberi masukan. Semakin karyawan aktif maka pimpinan akan semakin senang.

Data scientist harus berorientasi pada hasil dengan pengetahuan khusus terhadap apa yang mereka pahami. Kemampuan komunikasi diperlukan karena akan memungkinkan mereka untuk menjelaskan hasil yang sangat teknis kepada mitra non teknis. Okey, seorang data scientist memiliki latar belakang statistik yang bagus, matematika dan skill pemrograman. Namun mitra atau pimpinannya belum tentu memiliki latar belakang yang sama bukan? Dititik itu, seorang data scientist harus bisa mengadaptasikan hasil yang mungkin saja sangat teknis menjadi bahasa non teknis.

Data ibarat kompas yang memandu kita dalam pelaksanaan kerja. Tanpa data kita akan kesulitan merencanakan strategi usaha yang tepat sasaran. Mengolah big data artinya kita mengolah data yang sangat besar, beragam dan sulit dikontrol. Dibutuhkan skill dan keterampilan serta kegigihan untuk menjadi seorang data scientist. Kegigihan akan mengalahkan bakat, banyak orang berbakat namun gagal karena kurang bergiat. Banyak juga orang cerdas yang menjadi bodoh karena tidak memiliki motivasi lebih. Kegigihan menjadi kunci penting. Data scientist merupakan profesi yang akan menjadi kebutuhan besar dalam revolusi industry gelombang ke empat ini.

Masa depan adalah milik para pemiliki data yang mampu mengubah data menjadi keputusan bisnis strategis, meningkatkan pemasaran produk berdasarkan analisis data, dan kemampuan untuk memprediksi kecenderungan pasar. Menguasai data artinya kita menguasai perspektif orang orang, mengetahui hal hal yang tidak diketahui oleh orang lain secara umum.  Profesi ini merupakan salah satu profesi yang patut dijadikan tujuan karir.

Okey millenials, bila kalian merasa jenuh dengan hidup yang hanya berjalan sesuai rutinitas dan kalian merasa ingin keluar demi memberi impact terhadap dunia atau jika kalian menginginkan partisipasi lebih dalam revolusi industri 4.0 tanpa takut pekerjaan kalian akan digantikan oleh kecerdasan buatan maka jadilah seorang data scientist. Data scientist adalah profesi yang sangat menjanjikan. Anyway, gajinya tinggi kok.

Jika anda ingin bertanya ke Bernardus Ari Kuncoro . Silahkan bertanya pada kolom di bawah

Share.

About Author

Head of Analytics COE at IYKRA. Data Insight Analytics Telkom Indonesia (2017 - 2018)

4 Komentar

  1. Dodit Praga on

    Maaf. Kalo untuk kerja sbg data scientist. Ada jurusan khusus gak? Musalnya.. jurusan data scisntist gitu? Yg bnr2 fokus sama keilmuan itu. Tsrimakasih.

  2. Mau nanya jika data scientist itu memang merupakan suatu kebutuhan besar dalam industry saat ini. Apakah akan berpengaruh jika industry itu tidak memiliki seorang data scientist? mohon pencerahannya

  3. Tri Purwantoro on

    Emang rata – rata gaji seorang data scientist berapa? apakah disesuaikan dengan level ?

  4. Ihsan Mahendra on

    Kalau bukan lulusan yang disebutkan tadi , berapa lama untuk belajar data scientist ini ? Tks

Tanya Sesuatu Pada Narasumber & Komentar