Rabu, Agustus 21

Serba-serbi yang Harus Anda Ketahui Tentang Metode GIS

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa itu sering kita dengar dan dijadikan landasan hidup bagi banyak orang Indonesia. Maka dari itu, sebelum kita belajar bagaimana cara menggunakan Geographic Information System (GIS), sebaiknya kita pelajari dulu apa itu GIS dan bagaimana trennya saat ini.

GIS membuat tren untuk mapping visualisasi  dengan membuat bagaimana semua data yang ada bisa digunakan dan berguna bagi semua orang. Hal tersebut dilakukan oleh banyak kota yang mengusung smart city. Semuanya berlomba-lomba bikin aplikasi, mulai dari Tangerang Live hingga Qlue. Sayangnya, ketika dilihat jumlah pengunggahnya, hanya sedikit, paling 1 juta-an. Padahal jumlah warga di Tangerang dan Jakarta lebih banyak dari itu. Artinya baru 1/6 atau 1/7 yang pakai aplikasi itu. Lalu sisanya ke mana? Maka dari itu GIS harus dimanfaatkan agar kita tahu apa yang dibutuhkan oleh banyak orang tanpa perlu fokus bikin aplikasi sendiri

Jika ditelaah lebih dalam, menurut saya pribadi, kenapa harus membuat aplikasi? Secara teknis, membuat aplikasi memang mudah, cuma 2 bulan juga jadi. Tapi mengajak orang untuk download itu yang susah. Maka dari itu, ada baiknya kita menggunakan dan memanfaatkan GIS sebaik-baiknya melalui cara-cara di bawah ini:

  1. Sharing dan kolaborasi, lebih tepatnya metode ini bisa menggabungkan orang yang tau data dan bisa menggunakannya dengan pemilik aplikasi agar datanya bisa berguna dan mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak.
  2. Special occassion analytic. Metode ini lebih menekankan bagaimana cara menganalisa GIS. Database GIS yang berupa koordinat X dan Y tinggal keluarin. Tapi location analytic, bukan cuma soal raw data tapi juga services-nya perlu dianalisis. Misalnya menggunakan big data untuk mendapatkan hasil dynamic aggregation soal di mana taksi lebih sering berkumpul dan di jam berapa. Dengan metode ini dapat diketahui jawaban dari pertanyaan tersebut dengan melihat titik-titik agregasi yang muncul.
  3. Areal interpolasi. Contohnya, dari hubungan taksi dengan penumpang dan LRT, udah tau agregasinya, tumpuk jadi satu. Dari situ kita bisa ambil solusi untuk mengatasi macet, kita tampilkan kapan harus pake LRT kapan harus pake taksi.
  4. Model builder. Metode ini memungkinkan kita untuk memiliki data dari GIS dan kemudian data tersebut di training di machine learning.
  5. Routing. Metode pemakaian GIS ini biasa diterapkan oleh Pizza Hut Delivery (PHD). PHD bisa tau apakah mungkin mengantarkan pesanan ke pelanggan dalam kurun waktu 30 menit saja. Setiap jam di setiap hari memiliki kondisi berbeda yang tidak bisa disamaratakan. Makanya butuh dianalisa. Di jam 7-9 pagi dan 1-3 siang, akan menghasilkan waktu tempuh 30 menit yang berbeda. Belum lagi faktor lainnya, seperti penggunaan sepeda motor berpengaruh atau tidak, pemilihan jalan yang lebih efisien yang mana, dan kena macet atau tidaknya, semua bisa dihitung dengan GIS melalui metode routing ini.
  6. GIS juga dapat menghasilkan data berupa gambar 3 dimensi. Hal ini sangat berguna untuk membantu industry pertambangan. Untuk melihat sumur ataupun titik gempa, tinggal lihat koordinat sensor Z. Kalau minus berarti di bawah bumi, sedangkan plus berarti berada di aas permukaan bumi.
  7. Geo-coding. Mencari atau melacak seseorang hanya dengan nama alamat tanpa koordinat X, Y, dan Z tetap bisa dilakukan. Anda bisa memanfaatkan layanan freemium dari google. Kenapa saya sebut freemium? Karena 2500 geo-coding pertama gratis, lebih dari itu dikenakan biaya. Google itu punya data tentang seluruh dunia yang namanya geo-coding services yang dapat kita gunakan untuk mencari alamat, karena langsung dikasitau titik lokasinya. Aplikasi Go-Jek memanfaatkan metode ini dengan langsung menggunakan versi berbayarnya.
  8. Drive time analysis, misalnya kendaraan Anda rusak, bisa memanfaakan GIS untuk mencari bengkel terdekat dan memperbaiki kendaraan Anda.
  9. Science integration, machine learning dapat digunakan untuk menghitung jumlah video real time yang ada serta mengklasifikannya ke dalam cluster-cluster yang diperlukan, mengembangkan Artificial Intelligence (AI), bermain big data. Saran saya, geluti dan kembangkan GIS pakai metode ini aja. Bisa juga buat ngurus absensi.
  10. Image server, ini mirip machine learning untuk ngolah semua data foto yang ada sangat banyak dan semuanya disimpan di dalam database agar mudah dicari kedepannya sat dibutuhkan.
Sumber foto: Patrick DeLuca

Usai mengetahui metode-metode yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan GIS, langkah paling penting saat ini dan bernilai jual tinggi ialah membuat middle ware-nya. Mau bikin hardware, udah banyak. Software juga banyak. Tapi middle ware-nya itu, bagaimana cara mentransformasikan bahasa IOT menjadi WML atau dari txt jadi bahasa pemrograman lain yang masih jarang dilakukan dan termasuk sepi pesaing.

Jika anda ingin bertanya ke Ahmad Syarif . Silahkan masukkan pertanyaan anda pada kolom di bawah

Share.

About Author

Chief Marketing Officer at PT. Mitra Tech Indonesia & Spesialis Geographic Information System

3 Komentar

  1. Aries Nugroho on

    Udah banyak metode mengurangi macet dari ABCD tapi malah makin tambah parah 🙁

Tanya Sesuatu Pada Narasumber & Komentar