Selasa, September 17

Waspada! Kuasai Skill – Skill Ini Jika Tak Mau Kalah Saing di Dunia Kerja

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Hal tersebut bukan omong kosong belaka. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Oxford University mengatakan, dalam 20 tahun kedepan 40% dari semua pekerjaan yang ada di dunia akan hilang dan digantikan oleh teknologi. Hal ini mengancam 75 juta orang akan kehilangan pekerjaannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita harus ulas dari asal usul munculnya teknologi.

Pada abad ke-16, terjadi revolusi ilmu pengetahuan akibat pemikiran para ilmuwan ternama, seperti Francis Bacon, René Descartes, dan Galileo Galilei. Para ilmuwan ini memprakarsai pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science untuk menciptakan alat yang dapat memudahkan manusia. Keberadaan alat ini menjadi urgensi yang harus segera diciptakan agar dapat menjaga ketahanan politik dalam negeri dan juga mengembangkan kegiatan wiraswasta. Peristiwa ini pun kemudian dikenal sebagai revolusi industri yang mengubah struktur ekonomi dan sosial dunia.

Karena revolusi industri, manusia berlomba-lomba membuat teknologi untuk memudahkan dan menguntungkan hidupnya. Sayangnya, setiap teknologi yang dibuat semakin efisien memiliki “bayaran”.  Contohnya, dulu alat pertama yang diciptakan untuk memudahkan manusia terbuat dari batu. Saat revolusi industri, terciptalah alat dari perunggu yang lebih efisien. Maka, manusia secara perlahan akan beralih menggunakan perunggu dan meninggalkan alat dari batu. Pembuat alat dari batu pun kehilangan pekerjaannya karena kalah saing. Ya, revolusi industri memaksa para pelaku industri menggunakan alat yang lebih canggih agar tidak kalah saing.

Hanya saja, sekarang tahapan tersebut terjadi sangat cepat karena adanya globalisasi dan industri 4.0 digadang-gadang akan masuk dan menguasai dunia. Semua jenis pekerjaan yang tadinya dilakukan oleh manusia dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk selesai, perlahan diganti oleh teknologi.

“Semua ini karena adanya breakthrough technology. Mulai dari munculnya robotics, radio frequency, computing, and high speed networking yang semakin memudahkan manusia,” ujar Sudimin Mina, Director of Microsoft Software Asset Management & Compliance, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Sudimin, kemajuan teknologi ini cepat atau lambat akan memengaruhi Indonesia. Mulai dari pekerjaan-pekerjaan yang repetitif, administratif, dan low value perlahan akan digantikan oleh robot. Maka dari itu, agar tidak kalah saing, Sudimin menerangkan setiap orang harus memiliki skill set yang advance ataupun skill set yang baru.

“Di 2015, dikeluarkan Top 10 Skills yang harus dimiliki untuk dapat bersaing di tahun 2018. Coba liat sepuluh skill ini, benar terjadi kan? Tapi skill-skill ini akan berubah di tahun 2020. Ada yang menghilang, ada yang turun posisi, dan ada skill yang baru,” lanjut Sudimin.

Untuk lebih jelasnya, Sudimin menjelaskan 5 skill terpopuler yang mengalami perubahan cukup signifikan jelang 2020 mendatang.

CREATIVITY

Contoh skill yang masih ada dan dibutuhkan pada 2020 mendatang adalah kreativitas. Jika di 2018 skill kreatif menempati posisi buncit, di 2020 mendatang skill ini akan naik pesat hingga ke urutan 3. “Kalau semua pekerjaan udah ada robotnya, manusia tetap dibutuhkan dari segi kreativitasnya. Makanya sangat penting skill ini untuk dikuasai,” tegas Sudimin.

NEGOTIATION

Selain kreativitas, skill selanjutnya yang masih dibutuhkan di 2020 adalah skill negosiasi. Skill ini disebut Sudimin berpengaruh untuk membuat setiap orang menang dengan argumentasi yang tepat. Sayangnya, skill ini akan turun ke nomor 9 karena semua sudah dikerjakan oleh robot, tidak perlu lagi berargumen untuk menang.

EMOTIONAL INTELLIGENCE

Skill baru yang akan muncul dan dibutuhkan di 2020 adalah Emotional Intelligence (EQ). Kalau dulu kerjaan dapat di monitor, di manage, nantinya kerjaan nambah 4 kali lipat tapi gaji tetap sama. Nah, di situ EQ muncul untuk membuat stres menjadi kebaikan, jadi strategi, dan jadi kekuatan. Bagaimana kita bisa empati, bagaimana kita melihat suatu situasi jadi sisi positif yang baik, dengan mengesampingkan sisi negatifnya. Skill ini akan naik di posisi keenam karena sangat dibutuhkan, bahkan lebih tinggi daripada Judgement and Decision Making.

COGNITIVE FLEXIBILITY

Di masa mendatang, manusia-manusia pasti memiliki sifat yang sangat terbuka dan transparan. Karena itulah, tingkat kecerdasannya maupun sifatnya bisa langsung terpancar dengan jelas. Makanya setiap pemimpin harus punya skill kognitif fleksibilitas ini. Gunanya untuk bisa menjelaskan masalah yang sama ke masing-masing orang yang berbeda dengan cara yang berbeda pula.

COORDINATING WITH OTHERS

Leadership di masa mendatang akan tetap eksis karena setiap perusahaan tetap memiliki manusia sebagai karyawannya. Tapi dibutuhkan skill ini untuk dapat berkolaborasi karena nantinya, bekerja tidak selalu dilakukan di kantor.

Selain skill-skill di atas, ada pula skill yang hilang di 2020, seperti Quality Control (QC). Saat ini, QC masih diperlukan agar tidak menghasilkan bad quality yang menyebabkan bad brand. Kedepannya, tidak lagi diperlukan karena semua sudah di set secara otomatis. Selain itu, skill Active Listening juga akan hilang. Dulu perlu punya 2 “telinga” karena butuh mendengarkan dengan hati dan mata. Kedepannya tidak perlu karena akan lebih sering bekerja bersama robot.

“Dengan kemajuan teknologi, pekerjaan tidak semuanya hilang. Justru kita harus liat sisi lain. Many will simply be redefine. Banyak pekerjaan yang tadinya dikerjakan oleh manusia sebagian akan berubah dan sebagian lainnya mungkin hilang. Tapi tidak perlu takut, yang penting harus terus belajar. Contoh kecilnya, banyak dari kita yang tidak bisa menggunakan fitur Microsoft Power Point secara menyeluruh. Padahal kemampuan presentasi akan terus dibutuhkan karena 20-30 tahun lagi robot belum bisa melakukannya,” kata Sudimin.

Jika anda ingin bertanya ke Sudimin Mina. Anda bisa bertanya pada kolom di bawah.


Dan ayo nikmati materi kursus terlengkap yang hanya ada di babastudio (Bekerja sama dengan techfor.id). Cukup klik link di bawah ini :

https://academy.babastudio.com

Share.

About Author

Director, Software Asset Management and Compliance at Microsoft Indonesia. Circle of Excellence Award – 2015/16 Leadership of High Potential Program (HIPO/EXPO) - 2010 Best Team Player of Microsoft Indonesia - 2003 Microsoft Indonesia Best Innovator Award - 2002 Arthur Andersen Top Individual Project Contributor, 1996

Tanya Sesuatu Pada Narasumber & Komentar